Konsep Bahagia, Antara Filosof dan Teolog

Para filosof seperti Aristoteles menyatakan bahwa bahagia adalah tujuan akhir kehidupan manusia dan dapat dicapai melalui kehidupan yang baik dan beretika (Aristotle, Nicomachean  Ethics,   trns. by  W.  D.  Ross, hal.165).

Bagi Aristoteles, bahagia bukan hanya kesenangan atau kenikmatan sebentar, tetapi pencapaian maksimal potensi manusia dalam kehidupan yang bermakna dan harmonis.

Sedang Epikurus, filosof Yunani lainnya, mengajarkan bahwa bahagia adalah keadaan ketenangan batin (ataraxia) dan bebas dari rasa sakit fisik dan mental. Ia menekankan pentingnya hidup sederhana dan berpikir positif untuk mencapai kebahagiaan (Epicurus, On Happiness,  Arcturus Publishing LTD., hal. 116).

Lazarus  mendefinisikan  kebahagian  sebagai  cara membuat langkah-langkah progres yang masuk akal untuk merealisasikan suatu tujuan. Dengan  definisi  tersebut  di  atas  maka  manusia  dituntut  untuk  lebih proaktif  dalam mencari   dan   memperoleh   kebahagiaan.

Definisi   yang   dikemukakan   oleh   Lazarus tersebut  menempatkan  kebahagiaan  yang  selama  ini  dipandang  sebagai  aspek  afektif belaka  untuk  masuk  dan  berada  dalam  ruang  logika  dan  kognitif  manusia  sehingga dapat direalisasikan dengan langkah yang jelas ( R.E. Franken, Human Motivation, hal. 85).

Sedang bahagia menurut para teolog Kristen sering dianggap sebagai hadiah dari Tuhan dan terkait erat dengan iman, kasih, dan pengampunan. Kebahagiaan terakhir bagi orang Kristen dipercayai berada di sisi Tuhan, yaitu hidup kekal dalam kehadiran-Nya di Surga (Roma :2, Galatia 5:19).

Dalam Islam, konsep bahagia berhubungan dengan mencapai keseimbangan spiritual dan materi. Kebahagiaan dapat ditemukan melalui taqwa (ketakwaan kepada Allah), berbuat baik kepada sesama, dan mematuhi ajaran agama.

Akhirat merupakan tujuan akhir untuk mencapai kebahagiaan abadi. Iman yang kuat kepada Allah merupakan kunci utama kebahagiaan menurut Al-Qur’an.  Memiliki keyakinan yang teguh dan hubungan yang baik dengan Allah memberikan ketenangan jiwa dan kebahagiaan yang sejati.

Dalam  al-Qur’an  konsep  tentang  kebahagiaan  dijelaskan  salah  satunya  adalah dengan menggunakan term al-falah. Kata al-falah,  tidak asing bagi umat Islam, karena  setiap  mendengar  adzan  terdapat  salah  satu  bait  yang  berbunyi, “hayya ‘ala al-falah”.

Bait  adzan ini mengajak ummat Islam mengejar al-falah  (kebahagiaan,  keberuntungan,  kemenangan).  Hal  ini  berarti bahwa  agama  Islam  menyerukan  setiap  umat  Islam  untuk  meraih  kebahagiaan  dalam hidupnya. Al-Qur’an sebagai pedoman hidup manusia telah menjelaskan al-falah.

Al-falah yang   dimaksud   adalah   keberuntungan   hidup   di   dunia   dan   akhirat.   Manusia diperintahkan  untuk  mengejar  kebahagiaan  ukhrawi,  namun  dengan  tetap  memberikan peringatan agar tidak lupa dengan kebahagiaan di dunia.

Jika Ibnu Miskawaih mensyaratkan kebahagiaan jiwa dan raga (badan/materi) sekaligus, al-Ghazali lebih menekankan bahwa esensi kebahagiaan hanya terletak pada jiwa, yang dapat diperoleh melalui pengenalan terhadap diri, Allah, dunia, dan akhirat. Manusia dianggap berbahagia jika mampu mengenali empat hal tersebut.

Dari keempat pengenalan tersebut, kebahagiaan jiwa yang tertinggi (atau puncak kebahagiaan) pada manusia ialah jika ia mampu mengenal Tuhannya (ma’rifatullah). Dengan mengenal Tuhannya,  manusia seakan tidak lagi membutuhkan apapun di dunia, karena kebahagiaan jiwanya telah tercukupi dengan kedekatannya dengan Yang Maha Kuasa.

Kebahagiaan menurut Islam bersumber dari al-Qur’an dan Hadits yang penerapannya tidak hanya hanya untuk umat Islam saja. Sebagai agama rahmatan lil ‘alamin, kebahagiaan menurut Islam dapat dirasakan oleh seluruh manusia. Adapun bagi orang di luar Islam juga bisa meraih kebahagiaan mengunakan standar Islam.

Pengecualiannya hanya terjadi pada ridha dan rahmat Allah.  Manusia yang mendapat ridha dan rahmat-Nyalah yang akan mendapat kebahagiaan sejati dan paripurna. Mereka adalah oran-orang beriman dan bertaqwah kepada Allah. (Bahrul Ulum)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top